separate
KIAT (Kumpulan Kisah dan Untaian Nasehat) berisi deretan kisah-kisah terbaik sepanjang zaman sejak Manusia pertama Nabi Adam hingga sekarang
banner ad
logo

Wednesday, October 26, 2011

Abu Ubaid

Sang Pendeta & Seisi Gereja Bersyahadat


Ada seorang pemuda arab yang baru saja menyelesaikan bangku kuliahnya di Amerika. Pemuda ini adalah salah seseorang yang diberi nikmat oleh Allah berupa pendidikan agama Islam bahkan ia mampu mendalaminya. Selain belajar, ia juga seorang juru dakwah Islam. Ketika berada di Amerika, ia berkenalan dengan salah seorang Nasrani. Hubungan mereka semakin akrab, dengan harapan semoga Allah memberinya hidayah masuk Islam.

Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di Amerika dan melintas di dekat sebuah gereja yang terdapat di kampung tersebut. Temannya itu meminta agar ia turut masuk ke dalam gereja. Semula ia berkeberatan. Namun karena ia terus mendesak akhirnya  pemuda itupun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka. Ketika pendeta masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan penghormatan lantas kembali duduk.

Di saat itu si pendeta agak terbelalak ketika melihat kepada para hadirin dan berkata, “Di tengah kita ada seorang muslim. Aku harap ia keluar dari sini.” Pemuda arab itu tidak bergeming dari tempatnya.  Pendeta tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun ia tetap  tidak bergeming dari tempatnya. Hingga akhirnya pendeta itu berkata, “Aku minta ia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya.” Barulah pemuda ini beranjak keluar.

Di ambang pintu ia bertanya kepada sang pendeta, “Bagaimana anda tahu bahwa saya seorang muslim.” Pendeta itu menjawab, “Dari tanda yang terdapat di wajahmu.” Kemudian ia beranjak hendak keluar. Namun, sang  pendeta ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini, yaitu dengan mengajukan  beberapa pertanyaan, tujuannya untuk memojokkan pemuda tersebut dan  sekaligus mengokohkan markasnya. Pemuda muslim itupun menerima tantangan  debat tersebut.

Sang pendeta berkata, “Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dan  anda harus menjawabnya dengan tepat.” Si pemuda tersenyum dan berkata,  ”Silahkan!”
Sang pendeta pun mulai bertanya, “1. Sebutkan satu yang tiada duanya, ;  2. dua yang tiada tiganya, ; 3. tiga yang tiada empatnya,; 4. empat yang tiada limanya, ; 5. lima yang tiada enamnya, ; 6. enam yang tiada tujuhnya, ; 7. tujuh yang tiada delapannya, ; 8. delapan yang tiada sembilannya, ; 9. sembilan yang tiada sepuluhnya, ; 10. sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ; 11. sebelas yang tiada dua belasnya, ; 12. dua belas yang tiada tiga belasnya, ; 13. tiga belas yang tiada empat belasnya. ; 14. Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempu-nyai ruh! ; 15. Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya? ;  16. Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam surga? ; 17. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyukainya? ; 18. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu ;  19. Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diadzab dengan api dan, siapakah yang terpelihara dari api? ; 20. Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yang diadzab dengan batu dan siapakah yang terpelihara dari batu? ; 21. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar? ; 22. Pohon apakah yang mempunyai dua belas ranting, setiap ranting mempunyai tiga puluh daun, setiap daun mempunyai lima buah, tiga di bawah naungan dan dua di bawah sinaran matahari?”
Mendengar pertanyaan tersebut pemuda itu tersenyum dengan senyuman mengandung keyakinan kepada Allah I. Setelah membaca basmalah ia berkata :
1. Satu yang tiada duanya ialah Allah.
2. Dua yang tiada tiganya ialah malam dan siang. Allah I berfirman, “Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran kami).”
(al-Isra’ : 12).
3. Tiga yang tiada empatnya adalah kekhilafan yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil dan ketika menegakkan kembali dinding yang hampir roboh.
4. Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan al-Qur’an.
5. Lima yang tiada enamnya ialah shalat lima waktu.
6. Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah hari ketika Allah menciptakan makhluk.
7. Tujuh yang tiada delapannya ialah langit yang tujuh lapis.    Allah
I berfirman, “Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak meli hat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemu-rah, sesuatu yang tidak seimbang.” (al-Mulk: 3).
8. Delapan yang tiada sembilannya ialah malaikat pemikul Arsy ar-Rahman. Allah I berfirman, “Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung ‘Arsy Rabbmu di atas kepala) mereka.” (al-Haqqah: 17).
9. Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu’jizat yang diberikan kepada Nabi
Musa : tongkat, tangan yang bercahaya, angin topan, musim paceklik, katak,
darah, kutu dan belalang dan *
10. Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah kebaikan. Allah berfirman,
“Barangsiapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali lipat.” (Al- An’am: 160).
11. Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah saudara-saudara Yusuf.
12. Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah mu’jizat Nabi Musa yang terdapat
dalam firman Allah,  ”Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk
kaumnya, lalu Kami berfirman, ‘Pukullah batu itu dengan tongkatmu.’ Lalu
memancarlah daripadanya dua belas mata air.” (al-Baqarah: 60).
13. Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah saudara Yusuf ditambah dengan ayah dan ibunya.
14. Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah waktu Shubuh.
Allah berfirman, “Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menyingsing.” (At- Takwir: 18).
15. Kuburan yang membawa isinya adalah ikan yang menelan Nabi Yunus AS.
16. Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surga adalah saudara-saudara Yusuf, yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya, “Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami  tinggalkan Yusuf didekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala.” Setelah kedustaan
terungkap, Yusuf berkata kepada mereka,”  tak ada cercaaan terhadap
kalian.” Dan ayah mereka Ya’qub berkata,  ”Aku akan memohonkan ampun
bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi  Maha Penyayang.”
17. Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara keledai.
Allah subhaanahu wata’aala berfirman, “Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara keledai.”   (Luqman: 19).
18. Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapak dan ibu adalah Nabi Adam,
malaikat, unta Nabi Shalih dan kambing Nabi Ibrahim.
19. Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diadzab dengan api ialah
Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim. Allah subhaanahu wata’aala
berfirman, “Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim.”   (AlAnbiya’: 69)
20. Makhluk yang terbuat dari batu adalah unta Nabi Shalih, yang diadzab dengan batu adalah tentara bergajah dan yang terpelihara dari batu adalah Ash-habul
Kahfi (penghuni gua).
21. Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalah tipu daya
wanita,    sebagaimana firman Allah, “Sesungguhnya tipu daya kaum
wanita itu sangatlah besar.” (Yusuf: 28).

22. Adapun pohon yang memiliki dua belas ranting setiap ranting mempunyai tiga puluh daun, setiap daun mempunyai lima buah, tiga di bawah teduhan dan dua di bawah sinaran matahari maknanya : Pohon adalah tahun, ranting adalah bulan, daun adalah hari dan buahnya adalah shalat yang lima waktu, tiga dikerjakan di malam hari dan dua di siang hari. Pendeta dan para hadirin merasa takjub mendengar jawaban pemuda  muslim tersebut. Kemudian ia pamit dan beranjak hendak pergi. Namun  ia mengurungkan niatnya dan meminta kepada pendeta agar menjawab   satu pertanyaan saja. Permintaan ini disetujui oleh sang pendeta. Pemuda ini berkata, “Apakah kunci surga itu?” Mendengar pertanyaan itu lidah sang pendeta menjadi kelu, hatinya diselimuti keraguan dan rona wajahnya pun berubah. Ia berusaha  menyembunyikan kekhawa-tirannya, namun hasilnya nihil. Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab  pertanyaan tersebut, namun ia berusaha mengelak.
Mereka berkata, “Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semuanya ia jawab,     sementara ia hanya memberimu satu pertanyaan namun anda tidak mampu menjawabnya!” Pendeta tersebut berkata, “Sungguh aku mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut, namun  aku takut kalian marah”. Pendeta ( termasuk Ahlul kitab) tersebut sebenarnya tahu tetapi menyembunyikan kebenaran al-quran. “Orang-orang yang telah kami beri kitab (taurat & injil) mengenal (Nabi Muhammad) seperti mereka mengenal anak2 mereka sendiri. sesungguhnya sebagian mereka pasti menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahuinya” (al baqorah : 146).  ” Mereka menjawab, “Kami akan jamin keselamatan anda.” Sang pendeta pun berkata, “Jawabannya ialah: Asyhadu an La Ilaha Illallah wa Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah.” Lantas sang pendeta dan orang-orang yang hadir di gereja itu bersyahadat memeluk agama Islam. Sungguh Allah telah meng-anugrahkan kebaikan dan menjaga mereka dengan Islam melalui tangan seorang pemuda muslim yang bertakwa.
Kaum yang berpikir (termasuk para pendeta) sedianya telah mengetahui bahwa Islam adalah agama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad
 dan   akan  menjaga manusia dalam kesejahteraan baik di dunia dan di akhirat. Apa yang menyebabkan hati-hati para pendeta itu masih tertutup bahkan cenderung mereka sendiri yang menutup rapat jiwanya. Semoga Allah subhaanahu wata’aala memberikan Hidayah.

1 comment:

  1. MasyaAllah...blog ini bagus, sayang ga nemu shotbox nya...artikel2nya menambah wawasan.Tingkatkan!

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar anda

logo
Copyright © 2012 KIAT .
Blogger Template by Clairvo