separate
KIAT (Kumpulan Kisah dan Untaian Nasehat) berisi deretan kisah-kisah terbaik sepanjang zaman sejak Manusia pertama Nabi Adam hingga sekarang
banner ad
logo

Wednesday, November 30, 2011

Donat Madu Mini

Tragedi Terbunuhnya Husein bin Ali bin Abi Thalib (cucu Rasulullah)

Banyak sekali bertebaran kisah-kisah tentang terbunuhnya Husain dari berbagai sumber terutama dari kalangan Syi’ah. Disini saya mencoba menyusun tulisan dari beberapa tulisan yang telah ada dengan mendasarkan pendapat-pendapat Ibnu Taimiyah dan juga Muridnya ibnu Katsir dalam kitabnya “Al bidayah Wannihayah” disertai sumber-sumber otentik dari hadits-hadits dan atsar yang telah sah.


Isyarat akan terbunuhnya Husain
Jauh hari sebelum Husain terbunuh, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bercerita Kepada Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu bahwa Husain akan wafat dalam keadaan terbunuh. Adz-Dzahabi rahimahullah membawakan dari  dari ‘Ali, ia berkata:
“Aku datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika kedua mata beliau bercucuran air mata, lalu beliau bersabda: “Jibril baru saja datang, ia menceritakan kepadaku bahwa Husain kelak akan mati dibunuh. Kemudian Jibril berkata: “Apakah engkau ingin aku ciumkan kepadamu bau tanahnya?”. Aku menjawab: “Ya. Jibril lalu menjulurkan tangannya, ia menggenggam tanah satu genggaman. Lalu ia memberikannya kepadaku. Sehingga karena itulah aku tidak kuasa menahan air mataku”.


Wednesday, November 23, 2011

Donat Madu Mini

Rahasia dibalik Musibah dan Cobaan (Sebuah Refleksi dari Kisah Nabi Ayyub)


Nabi Ayub adalah salah seorang manusia pilihan dari sejumlah manusia pilihan yang mulia. Allah telah menceritakan dalam kitab-Nya dan memujinya dengan berbagai sifat yang terpuji secara umum dan sifat sabar atas ujian secara khusus. Allah telah mengujinya dengan anaknya, keluarganya dan hartanya, kemudian dengan tubuhnya. Allah telah mengujinya dengan ujian yang tidak pernah ditimpakan kepada siapa pun, tetapi ia tetap sabar dalam menunaikan perintah Allah dan terus-menerus bertaubat kepada-Nya.




Wednesday, October 26, 2011

Donat Madu Mini

Sang Pendeta & Seisi Gereja Bersyahadat


Ada seorang pemuda arab yang baru saja menyelesaikan bangku kuliahnya di Amerika. Pemuda ini adalah salah seseorang yang diberi nikmat oleh Allah berupa pendidikan agama Islam bahkan ia mampu mendalaminya. Selain belajar, ia juga seorang juru dakwah Islam. Ketika berada di Amerika, ia berkenalan dengan salah seorang Nasrani. Hubungan mereka semakin akrab, dengan harapan semoga Allah memberinya hidayah masuk Islam.

Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di Amerika dan melintas di dekat sebuah gereja yang terdapat di kampung tersebut. Temannya itu meminta agar ia turut masuk ke dalam gereja. Semula ia berkeberatan. Namun karena ia terus mendesak akhirnya  pemuda itupun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka. Ketika pendeta masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan penghormatan lantas kembali duduk.

Di saat itu si pendeta agak terbelalak ketika melihat kepada para hadirin dan berkata, “Di tengah kita ada seorang muslim. Aku harap ia keluar dari sini.” Pemuda arab itu tidak bergeming dari tempatnya.  Pendeta tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun ia tetap  tidak bergeming dari tempatnya. Hingga akhirnya pendeta itu berkata, “Aku minta ia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya.” Barulah pemuda ini beranjak keluar.

Di ambang pintu ia bertanya kepada sang pendeta, “Bagaimana anda tahu bahwa saya seorang muslim.” Pendeta itu menjawab, “Dari tanda yang terdapat di wajahmu.” Kemudian ia beranjak hendak keluar. Namun, sang  pendeta ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini, yaitu dengan mengajukan  beberapa pertanyaan, tujuannya untuk memojokkan pemuda tersebut dan  sekaligus mengokohkan markasnya. Pemuda muslim itupun menerima tantangan  debat tersebut.

Sang pendeta berkata, “Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dan  anda harus menjawabnya dengan tepat.” Si pemuda tersenyum dan berkata,  ”Silahkan!”
Sang pendeta pun mulai bertanya, “1. Sebutkan satu yang tiada duanya, ;  2. dua yang tiada tiganya, ; 3. tiga yang tiada empatnya,; 4. empat yang tiada limanya, ; 5. lima yang tiada enamnya, ; 6. enam yang tiada tujuhnya, ; 7. tujuh yang tiada delapannya, ; 8. delapan yang tiada sembilannya, ; 9. sembilan yang tiada sepuluhnya, ; 10. sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ; 11. sebelas yang tiada dua belasnya, ; 12. dua belas yang tiada tiga belasnya, ; 13. tiga belas yang tiada empat belasnya. ; 14. Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempu-nyai ruh! ; 15. Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya? ;  16. Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam surga? ; 17. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyukainya? ; 18. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu ;  19. Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diadzab dengan api dan, siapakah yang terpelihara dari api? ; 20. Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yang diadzab dengan batu dan siapakah yang terpelihara dari batu? ; 21. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar? ; 22. Pohon apakah yang mempunyai dua belas ranting, setiap ranting mempunyai tiga puluh daun, setiap daun mempunyai lima buah, tiga di bawah naungan dan dua di bawah sinaran matahari?”
Mendengar pertanyaan tersebut pemuda itu tersenyum dengan senyuman mengandung keyakinan kepada Allah I. Setelah membaca basmalah ia berkata :
1. Satu yang tiada duanya ialah Allah.
2. Dua yang tiada tiganya ialah malam dan siang. Allah I berfirman, “Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran kami).”
(al-Isra’ : 12).
3. Tiga yang tiada empatnya adalah kekhilafan yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil dan ketika menegakkan kembali dinding yang hampir roboh.
4. Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan al-Qur’an.
5. Lima yang tiada enamnya ialah shalat lima waktu.
6. Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah hari ketika Allah menciptakan makhluk.
7. Tujuh yang tiada delapannya ialah langit yang tujuh lapis.    Allah
I berfirman, “Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak meli hat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemu-rah, sesuatu yang tidak seimbang.” (al-Mulk: 3).
8. Delapan yang tiada sembilannya ialah malaikat pemikul Arsy ar-Rahman. Allah I berfirman, “Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung ‘Arsy Rabbmu di atas kepala) mereka.” (al-Haqqah: 17).
9. Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu’jizat yang diberikan kepada Nabi
Musa : tongkat, tangan yang bercahaya, angin topan, musim paceklik, katak,
darah, kutu dan belalang dan *
10. Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah kebaikan. Allah berfirman,
“Barangsiapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali lipat.” (Al- An’am: 160).
11. Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah saudara-saudara Yusuf.
12. Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah mu’jizat Nabi Musa yang terdapat
dalam firman Allah,  ”Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk
kaumnya, lalu Kami berfirman, ‘Pukullah batu itu dengan tongkatmu.’ Lalu
memancarlah daripadanya dua belas mata air.” (al-Baqarah: 60).
13. Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah saudara Yusuf ditambah dengan ayah dan ibunya.
14. Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah waktu Shubuh.
Allah berfirman, “Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menyingsing.” (At- Takwir: 18).
15. Kuburan yang membawa isinya adalah ikan yang menelan Nabi Yunus AS.
16. Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surga adalah saudara-saudara Yusuf, yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya, “Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami  tinggalkan Yusuf didekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala.” Setelah kedustaan
terungkap, Yusuf berkata kepada mereka,”  tak ada cercaaan terhadap
kalian.” Dan ayah mereka Ya’qub berkata,  ”Aku akan memohonkan ampun
bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi  Maha Penyayang.”
17. Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara keledai.
Allah subhaanahu wata’aala berfirman, “Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara keledai.”   (Luqman: 19).
18. Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapak dan ibu adalah Nabi Adam,
malaikat, unta Nabi Shalih dan kambing Nabi Ibrahim.
19. Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diadzab dengan api ialah
Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim. Allah subhaanahu wata’aala
berfirman, “Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim.”   (AlAnbiya’: 69)
20. Makhluk yang terbuat dari batu adalah unta Nabi Shalih, yang diadzab dengan batu adalah tentara bergajah dan yang terpelihara dari batu adalah Ash-habul
Kahfi (penghuni gua).
21. Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalah tipu daya
wanita,    sebagaimana firman Allah, “Sesungguhnya tipu daya kaum
wanita itu sangatlah besar.” (Yusuf: 28).

22. Adapun pohon yang memiliki dua belas ranting setiap ranting mempunyai tiga puluh daun, setiap daun mempunyai lima buah, tiga di bawah teduhan dan dua di bawah sinaran matahari maknanya : Pohon adalah tahun, ranting adalah bulan, daun adalah hari dan buahnya adalah shalat yang lima waktu, tiga dikerjakan di malam hari dan dua di siang hari. Pendeta dan para hadirin merasa takjub mendengar jawaban pemuda  muslim tersebut. Kemudian ia pamit dan beranjak hendak pergi. Namun  ia mengurungkan niatnya dan meminta kepada pendeta agar menjawab   satu pertanyaan saja. Permintaan ini disetujui oleh sang pendeta. Pemuda ini berkata, “Apakah kunci surga itu?” Mendengar pertanyaan itu lidah sang pendeta menjadi kelu, hatinya diselimuti keraguan dan rona wajahnya pun berubah. Ia berusaha  menyembunyikan kekhawa-tirannya, namun hasilnya nihil. Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab  pertanyaan tersebut, namun ia berusaha mengelak.
Mereka berkata, “Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semuanya ia jawab,     sementara ia hanya memberimu satu pertanyaan namun anda tidak mampu menjawabnya!” Pendeta tersebut berkata, “Sungguh aku mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut, namun  aku takut kalian marah”. Pendeta ( termasuk Ahlul kitab) tersebut sebenarnya tahu tetapi menyembunyikan kebenaran al-quran. “Orang-orang yang telah kami beri kitab (taurat & injil) mengenal (Nabi Muhammad) seperti mereka mengenal anak2 mereka sendiri. sesungguhnya sebagian mereka pasti menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahuinya” (al baqorah : 146).  ” Mereka menjawab, “Kami akan jamin keselamatan anda.” Sang pendeta pun berkata, “Jawabannya ialah: Asyhadu an La Ilaha Illallah wa Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah.” Lantas sang pendeta dan orang-orang yang hadir di gereja itu bersyahadat memeluk agama Islam. Sungguh Allah telah meng-anugrahkan kebaikan dan menjaga mereka dengan Islam melalui tangan seorang pemuda muslim yang bertakwa.
Kaum yang berpikir (termasuk para pendeta) sedianya telah mengetahui bahwa Islam adalah agama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad
 dan   akan  menjaga manusia dalam kesejahteraan baik di dunia dan di akhirat. Apa yang menyebabkan hati-hati para pendeta itu masih tertutup bahkan cenderung mereka sendiri yang menutup rapat jiwanya. Semoga Allah subhaanahu wata’aala memberikan Hidayah.

Wednesday, July 20, 2011

Donat Madu Mini

Mengungkap Rahasia Kepemimpinan Sa'id Ibnu Amir

Di Zaman pemerintahan Khalifah  Umar Bin Khattab Radiyallahu ‘anhu, ketika dia menjadi khalifah, pemimpin kaum muslimin, dia pernah mengangkat seorang gubernur  bernama Sa’id Ibnu Amir di sebuah kota yang bernama Hims. Ketika Sa’id Ibnu Amir diangkat jadi Gubernur di kota tsb, dia menyadari bahwa hal terseBut adalah amanah dari Allah beliau tidak menjadikan amanah tersebut untuk mendapatkan kemasyhuran apatah lagi untuk mendapatkan harta namun beliau menggunakan amanah tersebut untuk benar-benar bertaqarrub kepada Allah Subhana Wa ta’ala.

Donat Madu Mini

Dijamin Masuk Syurga tapi Selama Hidupnya tidak Pernah Shalat

Diriwayatkan dari Ibnu Sufyan Maula Ibnu Abi Ahmad bahwa Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu meminta kepada para sahabat dan berkata, "Ceritakan kepadaku mengenai kisah seseorang yang masuk Surga padahal belum pernah shalat sekali pun sepanjang hidupnya!" Ternyata para sahabat tidak ada yang mengetahui.

Akan tetapi para sahabat balik bertanya, "Siapakah dia?" Abu Hurairah menjawab,"Ushairim Bani Abdul Asyhal ‘Amr bin Tsabit bin Waqsy."

Al-Hushain berkata, "Aku bertanya kepada Mahmud bagaimana kehidupan Ushairim sebelumnya?" Mahmud menjawab, "Sebelumnya dia enggan memeluk Islam sebagaimana kaumnya, namun kemudian ia masuk Islam.

Wednesday, June 29, 2011

Donat Madu Mini

Kisah seorang pemuda Tampan yang mau diperkosa

Sahabat KIAT...
Pernah nggak kita mendengar kisah seorang pemuda tampan yang mau diperkosa (baca : diajak berzina) oleh seorang wanita cantik??? Tentunya sudah sering kita mendengarkan, seperti kisahnya Nabi Yusuf  'alahissalam ketika diajak oleh Istrinya Raja untuk berzina, namun dia menolak karena takut kepada Allah.
Kisah yang satu ini juga menceritakan tentang seorang pemuda tampan yang diajak berzina oleh seorang wanita cantik, namun dia pun menolak ajakannya karena takut kepada Allah. Apa yang dilakukan oleh pemuda ini agar bisa lolos dari godaan & jeratan wanita ini??? Inilah kisahnya...

Ada seorang pemuda yang kerjanya menjual kain. Setiap hari dia memikul kain-kain dagangannya dan berkeliling dari rumah ke rumah. Kain dagangan pemuda ini di kenal dengan nama "Faraqna" oleh orang-orang. Walau pun pekerjaannya sebagai pedagang, tetapi pemuda ini sangat tampan dan bertubuh tegap, setiap orang yang melihat pati menyenanginya.

Wednesday, June 22, 2011

Donat Madu Mini

Menjadi Ahli Syurga karena Akhlaknya

Sahabat KIAT...

Sudah pernah nggak dengar  kisah seorang sahabat Rasulullah yang divonis sebagai penghuni syurga. Dan setelah ditelusuri amalan-amalannya, ternyata gak ada amalan istimewanya yang nampak, namun dia memiliki amalan hati. Apakah amalannya sehingga dia divonis masuk syurga?? Simak kisahnya...

Anas Ibn Malik menceritakan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Al-Nasa’i, tentang orang yang disebut-sebut sebagai penghuni surga. Diceritakan oleh Anas, “Suatu hari kami bersama para sahabat yg lain duduk dalam satu majlis bersama Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam. Di tengah-tengah memberi wejangan beliau berkata, “Sebentar lagi akan lewat di hadapan kalian seorang lelaki penghuni surga”. Tak lama berselang, tiba-tiba muncul seorang lelaki anshar dengan janggut masih basah oleh air wudlu. Ia berjalan dengan tangan kiri menjinjing sandal”.

Tuesday, June 14, 2011

Donat Madu Mini

Hamba yang Paling Terakhir Masuk Syurga

Dikutip dari sebuah hadits dalam shahih Muslim, diriwayatkan oleh Abu Hurairah radiyallahu 'anhu :

Manakala Allah telah usai memberi keputusan diantara hamba-hambaNya, dan hendak mengeluarkan beberapa penghuni neraka yang dikehendaki- Nya atas rahmat-Nya, maka dia perintahkan para malaikat mengeluarkan dari neraka orang yang dulu tidak menyekutukan Allah,yang mendapat rahmat-Nya, yaitu yang mereka dahulu mengucapkan LA ILAAHA ILLALLAH .

Para malaikat itu dapat mengenali mereka, meskipun mereka berada di dalam api,dengan bekas sujud pada anggota tubuh.
Memang api menghanguskan seluruh tubuh anak adam kecuali bekas sujudnya.

Demikinalah mereka dikeluarkan dari neraka dalam keadaan hangus, lalu disiram air kehidupan (Maa' al-Hayat). Merekapun tumbuh bagaikan biji-biji yang tumbuh diantara sampah-sanpah yang hanyut terbawa arus air.


Sunday, June 05, 2011

Donat Madu Mini

Sosok Manusia yang Amalannya Tersembunyi



Ada sebuah pesan menarik dari seorang ulama salaf : "Berusahalah agar kalian lebih dikenal oleh para penghuni langit, walau tak seorangpun penduduk bumi yang mengenal kalian."
Rasulullah Shallalahu ‘alaihi Wasallam menyebut tipe manusia seperti ini dengan sebutan Al Akhfiya': Manusia-Manusia Tersembunyi. Beliau juga mengatakan Allah Azza wa Jalla sangat mencintai manusia tipe ini.

Mereka tidak pernah peduli apa kata manusia tentang mereka, yang penting adalah apa kata Allah tentang mereka. Itulah sebabnya, mereka tidak pernah mengalami kegilaan akan kemahsyuran.
Dan ini adalah kisah salah satu dari mereka..
Ia hidup di masa tabi'in. Namun hingga hari ini tak satu buku sejarahpun yang dapat menyingkap identitas pria ini. Satu-satunya informasi tentangnya hanyalah bahwa ia seorang berkulit hitam dan bekerja sebagai tukang sepatu!

Thursday, June 02, 2011

Donat Madu Mini

Kisah Menakjubkan : Sang Penerobos Benteng

Ketika Maslamah ibn Abdul Malik bersama pasukannya mengepung sebuah benteng Romawi, hanya ada satu jalan masuk ke dalamnya. Setelah pengepungan berlangsung beberapa lama, Maslamah berseru kepada pasukannya, "Barangsiapa berani menerobos pintu, kalau dia mati saat menerobosnya, maka dia akan mendapatkan surga, Insya Allah. Kalau dia selamat, maka tanah yang ada di balik pintu itu pantas untuknya. Lalu, dia harus membuka pintu itu agar pasukan Islam dapat masuk ke dalam benteng sebagai pemenang."

Seorang prajurit, yang mukanya ditutup kain, berdiri seraya berkata, "Aku akan melakukannya, wahai Panglima."

Selama tiga hari Maslamah ibn Abdul Malik bertanya-tanya, "Siapakah orang yang mengenakan tutup muka itu? Siapakah yang telah membuka pintu benteng?"

Tuesday, May 31, 2011

Donat Madu Mini

Kisah Khaulah binti Tsa`labah : Wanita yang Aduannya Didengar Allah dari Langit ke Tujuh

 Beliau adalah Khaulah binti Tsa`labah bin Ashram bin Fahar bin Tsa`labah Ghanam bin ‘Auf. Beliau tumbuh sebagai wanita yang fasih dan pandai. Beliau dinikahi oleh Aus bin Shamit bin Qais, saudara dari Ubadah bin Shamit r.a yang beliau menyertai perang Badar dan perang Uhud dan mengikuti seluruh perperangan yang disertai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam. Dengan Aus inilah beliau melahirkan anak laki-laki yang bernama Rabi`.

Khaulah binti Tsa`labah mendapati suaminya Aus bin Shamit dalam masalah yang membuat Aus marah, dia berkata, “Bagiku engkau ini seperti punggung ibuku.” Kemudian Aus keluar setelah mengatakan kalimat tersebut dan duduk bersama orang-orang beberapa lama lalu dia masuk dan menginginkan Khaulah. Akan tetapi kesadaran hati dan kehalusan perasaan Khaulah membuatnya menolak hingga jelas hukum Allah terhadap kejadian yang baru pertama kali terjadi dalam sejarah Islam. Khaulah berkata, “Tidak…jangan! Demi yang jiwa Khaulah berada di tangan-Nya, engkau tidak boleh menjamahku karena engkau telah mengatakan sesuatu yang telah engkau ucapkankan terhadapku sehingga Allah dan Rasul-Nya lah yang memutuskan hukum tentang peristiwa yang menimpa kita.”


logo
Copyright © 2012 KIAT .
Blogger Template by Clairvo