separate
KIAT (Kumpulan Kisah dan Untaian Nasehat) berisi deretan kisah-kisah terbaik sepanjang zaman sejak Manusia pertama Nabi Adam hingga sekarang
banner ad
logo
Showing posts with label Kisah hikmah. Show all posts

Wednesday, October 31, 2012

Donat Madu Mini

Kisah Menakjubkan : Abu Abdillah Al Qalanisi dengan Seekor Gajah


Abu Abdillah al-Qalanisi dalam sebuah perjalanannya dengan mengendarai perahu. Tiba-tiba angin kencang menggoncangkan perahu yang ditumpanginya. Seluruh penumpang berdoa dengan khusyu’ demi keselamatan mereka dan mengucapkan sebuah nadzar.

Para penumpang berkata kepada Abu Abdillah, “Masing-masing kami telah berjanji kepada Allah dan bernadzar agar Allah Subhanahu wa Ta’ala menyelamatkan kami. Maka hendaknya kamu juga bernadzar dan bersumpah kepada Allah.” Dia menjawab, “Aku ini orang yang tidak perduli dengan dunia, aku tidak perlu bernadzar.”


Sunday, September 30, 2012

Donat Madu Mini

Rasa Cinta yang Begitu Dalam Membawanya ke Syurga


Sahabat KIAT, Seorang pemuda yang menyukai lawan jenisnya itu adalah fitrahnya sebagai makhluk ciptaan Allah. Allah telah menciptakan makhluk di bumi ini berpasang-pasangan dan memiliki rasa cinta. Tanpa rasa cinta, hampalah kehidupan dunia ini, tiadalah arti kehidupan ini.

Namun Allah telah menggariskan dalam koridor syariat bagaimana seorang mencintai lawan jenisnya. Allah juga memerintahkan kepada kita untuk menundukkan pandangan karena hal itu adalah lebih suci bagi kita. Mencintai lawan jenis kita janganlah seperti kebanyakan orang yaitu melampiaskan dengan pacaran dan berdua-duaan. Padahal dalam Islam sudah diatur bahwa hal tersebut dilarang dan berdampak negatif bagi kita. Pacaran hanya bisa dilakukan jika keduanya sudah dipertemukan dalam bingkai yang halal, yaitu pernikahan.

Berikut ini salah satu kisah seorang pemuda yang tanpa sengaja melihat seorang wanita hingga tumbuhlah benih-benih cinta dalam dirinya. Hingga akhirnya cintanya terbawa  mati. (komentar kami : inilah akibat dari tidak menjaga pandangan)

Dari Raja bin ‘Umar an-Nakha’iy, dia berkata,
“Di Kufah ada seorang pemuda berparas tampan, sangat rajin beribadah dan sungguh-sungguh. Dia juga termasuk salah seorang Ahli Zuhud. Suatu ketika, dia singgah beberapa waktu di perkampungan kaum Nukha’ lalu tanpa sengaja matanya melihat seorang wanita muda mereka yang berparas elok nan rupawan. Ia pun tertarik dengannya dan akalnya melayang-layang karenanya. Rupanya, hal yang sama dialami si wanita tersebut. Pemuda ini kemudian mengirim utusan untuk melamar si wanita kepada ayahnya namun sang ayah memberitahukannya bahwa dia telah dijodohkan dengan anak pamannya (sepupunya). Kondisi ini membuat keduanya begitu tersiksa dan teriris.

Lalu si wanita mengirim utusan kepada si pemuda ahli ibadah tersebut berisi pesan, "Sudah sampai ke telingaku perihal kecintaanmu yang teramat dalam kepadaku dan cobaan ini begitu berat bagiku disertai liputan perasaanku terhadapmu. Jika berkenan, aku akan mengunjungimu atau aku permudah jalan bagimu untuk datang ke rumahku."
 Lantas dia berkata kepada utusannya itu, "Dua-duanya tidak akan aku lakukan. Dia kemudian membacakan firman-Nya, ‘Sesungguhnya aku takut siksaan pada hari yang agung jika berbuat maksiat kepada Rabbku.’ (Q.s.,az-Zumar:13) Aku takut api yang lidahnya tidak pernah padam dan jilatannya yang tak pernah diam."

Tatkala si utusan kembali kepada wanita itu, dia lalu menyampaikan apa yang telah dikatakan pemuda tadi, lantas berkatalah si wanita,
"Sekalipun yang aku lihat darinya demikian namun rupanya dia juga seorang yang amat zuhud, takut kepada Allah? Demi Allah, tidak ada seorang pun yang merasa dirinya lebih berhak dengan hal ini (rasa takut kepada Allah) dari orang lain. Sesungguhnya para hamba dalam hal ini adalah sama."

Kemudian dia meninggalkan gemerlap dunia, membuang semua hal yang terkait dengannya, mengenakan pakaian yang terbuat dari bulu (untuk menampakkan kezuhudan) dan berkonsentari dalam ibadah. Sekalipun demikian, dia masih hanyut dan menjadi kurus kering karena cintanya terhadap si pemuda serta perasaan kasihan terhadapnya hingga akhirnya dia meninggal dunia karena memendam rasa rindu yang teramat sangat kepadanya.

Sang pemuda tampan pun sering berziarah ke kuburnya. Suatu malam, dia melihat si wanita dalam mimpi seolah dalam penampilan yang amat bagus, seraya berkata kepadanya,
"Bagaimana kabarmu dan apa yang engkau temukan setelahku.?"
 Si wanita menjawab,
Sebaik-baik cinta, adalah cintamu wahai kekasih 
Cinta yang menggiring kepada kebaikan dan berbuat baik 

Kemudian dia bertanya lagi, "Ke mana kamu akan berada.?"
 Dia menjawab,
Ke kenikmatan dan hidup yang tiada habisnya
Di surga nan kekal, milik yang tak pernah punah

Dia berkata lagi kepadanya, "Ingat-ingatlah aku di sana karena aku tidak pernah melupakanmu."
Dia menjawab, "Demi Allah, akupun demikian. Aku telah memohon Rabbku, Mawla-ku dan kamu, lantas Dia menolongku atas hal itu dengan kesungguhan."
 Kemudian wanita itupun berpaling. Lantas aku berkata kepadanya, "Kapan aku bisa melihatmu.?"
 Dia menjawab, "Engkau akan mendatangi kami dalam waktu dekat."

Rupanya benar, pemuda itu tidak hidup lama lagi setelah mimpi itu, hanya tujuh malam. Dan, setelah itu, dia pun menyusul, berpulang ke rahmatullah. Semoga Allah merahmati keduanya.

(Sumber: al-Maw’id Jannât an-Na’îm karya Ibrâhîm bin ‘Abdullah al-Hâzimy)

Wednesday, June 27, 2012

Donat Madu Mini

Kisah unik di Zaman Umar bin Khattab : Bayi Lahir di dalam Kubur

dikutip dari khutbah syeikh Sholih Al-Maghomisy (Imam besar masjid Quba) beliau bercerita, 

Dikisahkan bahwa pada zaman khalifah Umar bin Khottob Radiyallahu ‘anhu, seseorang datang bersama anaknya kepada Amirul Mu’minin. Pasangan ayah dan anak ini mempunyai wajah yang sangat mirip sekali sehingga membuat Amirul Mu’minin terkaget-kaget sambil berkata,
“Demi Allah, aku tidak pernah melihat keajaiban ini sebelumnya. Dan tidaklah kemiripan anda wahai sang ayah dengan anakmu kecuali seperti kemiripan seeokor burung gagak dengan kawannya.”

logo
Copyright © 2012 KIAT .
Blogger Template by Clairvo